|
Menggapai Cahaya Illahi Oleh : Dede Farhan Aulawi Sahabat...., marilah kita merenung sejenak.... Di antara tumpukan kehidupan yang menggunung di dalam benak Di antara teriakan riang...dan isak tangis derita anak - anak Di antara belukar - belukar kotor yang lebat bersemak - semak... Sering kita terjebak rutinitas semu tiada henti Sering kita tertipu ambisi kuantitatif tiada arti Sering kita hampa terkulai...tertatih di jalan penuh onak dan duri Sering kita berbenturan dengan bayangan kelabu diri sendiri Hari - hari hanya dihabiskan oleh suatu kebiasaan Rumah.....kantor......jalanan kendaraan Dan akhirnya terjebak di tengah kemacetan Sumpek...panas...pusing...menggelayut di pohon - pohon kesabaran Apakah ini jalanku ? Apakah ini jalanmu ? dan jalan kita semua...... Apakah ini jalan yang kan kita tempuh menuju Istana Keabadian ? Suatu tempat yand penuh cacing tanah, belatung, dan rayap - rayap pekuburan ??? Suatu tempat yang sunyi senyap tanpa persahabatan...... Suatu tempat dimana kita hanya tinggal sendirian.... Tidak ada teman sejati kecuali amal - amalan... Tidak ada lagi.., pintu - pintu kemunafikan.. Tidak ada lagi gerbang - gerbang keserakahan..... Tidak ada lagi jendela - jendela kesibukan...yang sering kita banggakan... Bahkan sering kita jadikan alasan... Ketika kita ingkar dengan janji... Ketika kita lalai dalam sholat... Ketika lisan dan perbuatan kita menyakiti orang lain Bahkan ketika kita meremehkan orang lain di jalanan.... di emper - emper perkotaan..... di kolong - kolong jembatan............ dan yang terseok - seok di tengah himpitan kehidupan Kita menyadari hidup kita tidak kekal... tapi perbuatan kita seolah mengingkarinya Kita menyadari bahwa lisan kita akan diminta pertanggungjawaban tapi ucapan kita sering lepas bebas tanpa batas Kita menyadari bahwa harta hanyalah titipan-Nya semata tapi ambisi kita sering meng-claim tanpa hak, etika dan tanggung jawab Kita menyadari perlu kehidupan bermasyarakat tapi kita tak pernah peduli dengan kewajiban moral dan sosial Kita menyadari diri sebagai manusia biasa tapi kita sombong dengan fikiran dan perasaan kita Sahabat..., marilah kita saling berbenah diri jangan pernah lagi saling menyakiti saatnya tuk interospeksi diri Menebarkan jaring kasih...tuk saling menyayangi Maafkan jika pernah inkar janji Mari kita saling mengasihi Dan yang terpenting....Kasih Allah yang tanpa batas Raihlah kasih dengan Nur Illahi Itulah cahaya Allah yang kan slalu menerangi setiap jalan kehidupan yang kan kita tapaki termasuk relung - relung kepahitan yang pernah kita ratapi Ya...marilah sama - sama kita berikhtiar.... berdo'a.... dan memohon do'a dengan sungguh - sungguh.... tuk menggapai Cahaya Illahi....... posted by fasya collection at 9:54 PM
|